September 09, 2011

Ruli, Sobat yang Entah Ada di Mana

Sesuai dengan janjiku kemarin, aku akan mulai menceritakan seorang sobat. Ruli. Hanya itu namanya.
Kami cukup dekat, bahkan sangat dekat. Sedekat rokok dengan asapnya. Sedekat kopi dengan letek nya. Bahkan sedekat bulu ketiak dengan ketiak itu sendiri. Cukup kami saja yang tahu.
Kekanak-kanakanku nampaknya sangat bertolak belakang dengan Ruli yang sudah mulai menginjak kedewasaan. Kesenjangan pribadi antara kami cukup lebar. Bukan selebar daun kelor. Aku hanya bisa menimbang-nimbang apa yang telah dia lakukan sebagai pelajaran. Aku hanya mampu merekam apa yang dia katakan kepadaku dengan label nasihat. Tapi apa itu merubahku? Entahlah.
Lewat beberapa inchi tulisan dalam layar tulis ini, sekalian aku minta izin pada Ruli untuk menceritakan sepenggal--berpenggal-penggal sketsa kehidupan yang semoga dapat menjadi bumbu inspirasi bagi yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar