Haha kata-kata inilah yang selalu ada di benakku selama perjalanan modul yang terjal ini. Bukan bermaksud meremehkan hari-hari yang padat jadwal, tapi hanya mencoba untuk menghibur diri. Minggu identik dengan kelonggaran, di mana sepanjang harinya diisi dengan bersenang-senang. Hari yang sangat ditunggu sebagian besar manusia. Inilah kenapa aku yang manusia ini menggemari hari di penghujung pekan ini. Ketenangan, ke'relax'an, kedamaian, bahkan keleluasaan yang mengisi hari Minggu. Sedangkan hari lainnya yang penuh dengan aktivitas, mulai dari kuliah, organisasi, dan seribu macam urusan lainnya.
Tiap hari bak Minggu. Inginnya seperti itu sih, tapi kenyataannya tak bisa demikian. Jadi aku cuma bisa mengasumsikan kalau setiap hari itu Minggu, liburan! Sebenarnya setelah diterawang jendela pikirku mengatakan kalau kata-kata ini ada benarnya juga. Kepenatan yang kurasakan sepanjang hari selain Minggu nampaknya butuh obat. Kalimat mujarab yang bisa mengendorkan sedikit otot yang tiap hari nyaris tegang bahkan menegang. Dengan menganggap setiap hari adalah Minggu, maka pikiran kita akan menjadi relaks. Apapun permasalahan yang dihadapi, apapun tugas yang menghadang, dan apapun yang terjadi nanti akan bisa dihadapi dengan kepala dingin, dan hati dingin tentunya.
Hari ini memang Senin, bukan berarti hari yang sibuk. Hari ini kudapatkan rejeki nomplok. Kuliah sampai jam 10 doang. Jarang-jarang lah dapat diskon begini. Harap dimaklumi, mungkin buat sebagian mahasiswa hal seperti ini biasa saja atau malah nyaris tiap harinya terjadi. Tapi buat aku dan teman-teman, peristiwa bersejarah ini terhitung langka. Kami mahasiswa kedokteran yang rindu akan datangnya hari libur. Bayangkan saja betapa mirisnya kami. Teman-teman lain sudah libur, berkumpul dengan ayah, ibu, kakek, nenek, pakdhe, budhe, tante, om, adik, kakak, keponakan, mungkin buyut juga ya(?) dan kami masih terpaku di kursi kelas. Apa gara-garanya kursi ini jatuh cinta pada kami ya haha. Yang jelas semua ini akan mendapat bayaran dari empunya hidup. Jerih payah ini pasti akan mendapatkan hasil di hari kemudian. Mungkin hari ini kami teraniaya *lebay. Tapi lihat saja nanti, kami siap untuk menjadi dokter, menjadi putra dan putri bangsa yang siap mengabdikan diri ke bumi pertiwi ini.
Tiba-tiba teringat sebuah kalimat bijak. "Sekecil apapun perbuatan yang kita lakukan sekarang, akan memberikan dampak yang merupakan hasil dari perbuatan itu". Rangkaian kata-kata ini lah yang coba aku pegang dan wujudkan dalam tindakan. Banyak orang bermimpi untuk melakukan hal besar. Tapi tidakkah sadar bahwa semua itu butuh proses. Semua itu butuh aksi, bukan sekedar mimpi. Aksi yang sekarang bisa dilakukan adalah melakukan hal-hal kecil,tapi ini bukan berarti kecil. Justru hal kecil inilah yang akan membentuk kita menjadi apa di masa depan nanti. Contoh simple, coba kita tengok ke belakang, di mana dulu kita berada di masa lampau. Ingatkah kita pada apa yang kita bicarakan, apa yang kita katakan, dan apa yang kita harapkan. Sekarang coba lihat hari ini bagaimana cara kita berbicara, apa kita katakan, dan apakah harapan yang dulu kita terbangkan telah terwujud. Semuanya kuyakin ada keterkaiatan dan ini merupakan rahasia Sang Pemilik Hidup.
Sepertinya setelah dilihat-lihat, tulisanku di blog masih pendek ya. Sudah pendek isinya juga membingungkan. Namun seiring dengan hari, seiring dengan semakin seringnya aku menulis, aku yakin karakter tulisanku akan dengan sendirinya terbentuk. Bukan tulisan orang, tapi tulisan yang kubikin sendiri.
^_^
k.a.p

Tidak ada komentar:
Posting Komentar