Juli 24, 2013

me-rindu

Ketika dunia bicara, bukan dengan bibir ia berujar.
Ketika raga bercerita, kadang masih ada tanya: mereka asli atau rekayasa?
Bisakah kita melihat kejujuran, dimana yang bukan ternyata sama saja.
Jadi silahkan mengaku.
Merindu hanya di bibir saja.
Kamu yang lupa atau memang ia telah lenyap,
dibawa lari oleh anjing bak seonggok daging.
Pada akhirnya hanya ini yang tersisa, 
rindu pada kerinduan ke penciptamu,
lebih dari cukup buat seorang hamba.

Juli 02, 2013

Kalian

Untung ada kalian yang sore lalu mengajarkanku tentang sebuah pelajaran yang harusnya sudah lama aku tahu. Sederhana, namun nampaknya ada penghalang besar yang berusaha menolaknya dari dalam. Buat orang lain mudah, tapi nyatanya buatku sulit setengah hidup. Hanya kata maaf. Itu saja.

Sore itu aku dibuat diam sesaat. Berkaca pada cermin imajiner yang di dalamnya muncul bayangan klise-kliseku sendiri bersama orang-orang yang ditakdirkan hadir di sekililingku. Aku menyadari ada keengganan yang muncul untuk sekedar mengucap kata maaf. Ada makhluk yang meronta-ronta ingin keluar dari jeruji namun ada kesadaran atau mungkin gengsi yang berusaha menguncinya rapat-rapat hingga tak ada kesempatan untuk keluar.

Baiklah, aku bisa mengucap maaf kalau memang aku merasa salah dan aku yang salah. Apakah ini salah? Apa aku harus berpura-pura meminta maaf ketika secara sadar penuh tak terbesit perasaan bersalah? Yasudahlah aku ikut kalian. Mungkin kalian benar. Dalam perspektif orang lain aku memang bisa saja menjadi yang tertuduh dan harus mengeluarkan empat huruf sederhana itu padahal tak ada sama sekali kesadaran kalau bersalah. Sungguh apakah aturan yang katanya universal ini hanya menunjukkan sebuah kemunafikan belaka, semoga tidak.

Pagi ini hanya dapat kuucapkan terima kasih kepada semesta, karena sungguh pelajaran hidup bisa datang dari mana saja. Apakah kicauan burung yang ramai bak pasar di luar jendela ini juga termasuk salah satunya?

Juni 04, 2013

Bocah

Dalam dengar apakah ada yang terfahamkan
Dalam lihat mungkinkah ada yang terekam
Dalam pandang, bolehkah bertanya:
adakah jiwa-jiwa yang mencoba lepas dari jeruji mini itu?

Jiwa-jiwa itu masih bocah
Mereka hanya berani mengintip
Lewat mata sejatinya mencari sukma lain yang sama malu kemayu
Ah, seperti bocah
Jiwa hanya memandang malu ke tengah mata jiwa lain yang kemayu
Berharap ketemu lalu memadu
Atau dalam persimpangan si jiwa hanya mau menunggu ada waktu
Menanti kesempatan
Untuk melesat bebas lalu satu
Entah hanya kembali ke dekapan jeruji dan nikmati lagi

Mei 17, 2013

klise

Sosok makhluk asing itu lambat laun kian mendekat,
dengan sangat hati-hati ia mendekat.
Seiring berjalan, bayangan samar itu agaknya menunjukkan jati diri.
Asli, tanpa rekayasa lagi.
Kami tak mampu melihat,
hanya dengan rasa coba diraba.
Kamu tak mampu melesat,
karena sinarmu hanya terpantul oleh cermin-cermin yang terpasang rapi di dinding duniawi.
Akan tiba saatnya terpaku, tanpa harus membeku.
Karena justru akan melesat, lewati sudut sempit cermin,
lalu berpendar terangi dinding surgawi.
Lagi-lagi hidup tak hanya soal pilihan tapi juga soal kesempatan, dan sebaliknya.

April 05, 2013

sialan

Sungguh, sialan!
Akhir-akhir ini aku sangat terpapar dengan yang namanya studi di luar Indonesia. Dari film yang memberi secercah sinar kembali, seorang sahabat yang meminta rekomendasi, bayang-bayang cucu nenek yang telah melalangbuana di berbagai negara, bahkan hasil stalking media sosial yang hanya menghasilkan satu saja hal. Betapa beruntungnya manusia-manusia yang dapat menembus batas geografis untuk belajar banyak hal di luar sana. Jujur saja aku jadi berkeinginan lagi untuk dapat menimba ilmu dengan orang-orang yang hebat di dunia luar sana.
Ya pada akhirnya di waktu beberapa saat menjelang tengah malam aku menuliskan sebuah uneg-uneg: Aku akan melanjutkan studi di luar negeri!
Dunia maya juga dunia milik sang pemilik segala bukan? Ia tahu yang ada dalam hati, semoga mimpi yang kugantung di langit dunia tak nyata ini dapat kupetik akhirnya di dunia nyata. Good luck my way.

April 03, 2013

menjelang subuh

Ya, ini adalah ritme biologis yang baru-baru ini tanpa sadar terbentuk. Ketika jam terbang mengudara di langit mimpi menjadi lebih singkat dari biasanya. Mungkinkah ini sebuah langkah penyesuaian menuju dunia mahasiswa kedokteran sesungguhnya? KoAss!
Tak terasa sudah nyaris tiga tahun saja aku dan saudara-saudaraku menjadi penghuni 401 bak jin penunggu, karena kami menganggap kelas adalah untuk kami saja padahal sesungguhnya tak demikian. Ada kenangan manis bak gula jawa dan aliran air mata yang asin bak air laut hadir dalam kebersamaan kami. Itu akan menjadi memori tersendiri untuk setiap saksi hidup yang mengikuti arus suasana. Senang aku bisa hadir dalam kehidupan bersama kalian, adakah berkenan kehadiranku ini?

Maret 30, 2013

produktif?

Jujur sangat malu ketika melihat tulisan yang mengawang-awang di dunia maya menjadi begitu banyak. Sementara aku baru saja mengawali kembali masuk ke alam ini yang sudah ratusan hari aku tinggalkan.

Produktivitas dapat dengan mudah diukur dari karya yang dihasilkan. Melihat karyaku yang masih seupil ini nampaknya menempatkanku jadi bagian dari makhluk-makhluk tak produktif. Sialnya lagi aku hanya masih belum bisa menerima sepenuhnya. Di mana kesadaran itu? Terculikkah dengan hal lain di luar sana? Atau hanya terendap menjadi noda tak berarti di dalam diri?

Ayo produktif, bos!