Desember 23, 2011

ia pun masih terbang


Perjalanan mampu menghasilkan banyak kisah, membawa oleh-oleh untuk manusia dan dunia. Bagaimana dengan perjalanku? Semoga tak sia-sia sajalah semua yang telah terlewati, dilewati, dilewatkan, dan terlewatkan. Setidaknya ada segelintir pikiran yang cukup usia untuk lahir malam ini.
Ini soal burung betina. Ia elok.  Bahkan untuk mahluk seperti pohon pun mengakuinya. Ia menghipnotis. Bahkan pohon pun merelakan dirinya untuk melakukan sesuatu luar biasa demi sang burung betina. Beberapa pohon mungkin telah melakukan kegilaan, melewatkan dirinya sendiri dan mengalihkan pandangan atau juga nafasnya hanya untuk menikmati keindahan itu.
Pohon-pohon itu tampak masih kokoh berdiri tanpa seorang pun tahu seberapa keropos batang yang menopangnya. Batang itu mungkin kopong hanya karena seekor burung betina yang tak berekor. Batang itu rela melewatkan dirinya tak terisi oleh benih kehidupan karena lebih menginginkan bagian lain tumbuh dengan sempurna. Dahan. Ditumbuhkan dengan penuh cinta untuk sang burung seorang. Dirindangkan begitu rindang untuk membuat sang betina merasakan nikmatnya keteduhan dalam atmosfer perlindungan. Sadarkah pohon kalau burung betina tak selamanya berada di sisi mereka?
Burung betina hanya singgah. Cuma mampir saja.
Sekarang ia terbang lagi, melanglangbuana ke luasnya dunia. Mencari pohon yang sempurna untuknya. Melirik dahan yang satu dan menyingkirkan dahan yang lain. Meninggalkan beberapa jejak di pohon, tai kering yang hanya bisa hilang jikalau pohon menanggalkan dahannya agar tetesan air langit bisa menghapusnya. Membersihkan jejak kotor dan menumbuhkan batang yang jauh lebih kokoh.
Lalu kemanakah burung betina itu detik ini? no one knows.
Semoga lekas ia menemukan pohon terbaik tanpa meninggalkan tai lagi.

2 komentar: