November 16, 2011

malam kemarin

Jalan yang terlalui semalam memang baru, tapi tetap saja tak menunjukkan kerataannya. Bukan itu sesungguhnya yang terrekam dalam kepalaku, tapi hal lain yang jauh lebih pantas untuk dipikirkan. Memikirkan sekedar jalan?bukan. Atau lampu sepanjang jalanan tak beraspal yang terlalu silau untukku karena lebih memilih untuk berada dalam dunia yang gelap?bukan itu juga. Aku lebih memikirkan beberapa kalimat yang kudengar beberapa saat lalu sebelum aku memutuskan untuk memasukkan kunci lalu memacu motor silihan secepat mungkin agar aku kembali ke teritorialku, duniaku.
Sesorang menceritakan bahwa manusia tanpa nama menumpahkan pikirannya ke dunia, tentang pendapatnya akan aku dan masa depan yang masih berkabut. Katanya aku tak akan sukses, sesukses A atau B atau Y atau Z! Aku cuma bisa menunjukkan sebuah simpul di wajah tanpa aku bisa mendeskripsikan. Sesaat aku cukup khawatir. Tapi aku menyadari, itu sebuah tantangan.
Masa depan masih di awang-awang. Sepanjang apapun tangan kita mencoba menggapai, tetap saja itu mutlak tak bisa digenggam sebelum waktu yang tepat itu tiba. Detik ini kita hanya bisa menginvestasi hal kecil untuk masa depan. Menit ini kita cuma mampu untuk memperindah diri agar menjadi manusia sebaik yang kita bisa, bukan penjahat.
Success is everyone's right.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar