Kembali terduduk dengan perut penuh, apa mungkin ini terlalu penuh? Di atas karpet hijau sisa acara yang belum sempat dikembalikan ke pemiliknya, kumulai menguapkan angan-angan yang sejak beberapa hari ini tak bisa terbebas ke udara. Membeku dan terkunci rapat di dalam tempurung kepala.
Wow, seseorang menulis: "Cinta adalah pemujaan. Bagaimana mungkin seseorang yang memuja anda akan menyakiti anda?"
Inilah realitanya. Untuk beberapa manusia di luar sana memang sangatlah mudah mengutarakan bahasa cinta. Sebuah kata yang sakral dan memiliki arti cukup dalam. Apa mungkin hanya buatku saja? Yang jelas lima huruf itu bak pisau bermata dua. Sama-sama tajam. Bisa membawa orang menuju atmosfer penuh dengan kedamaian saat merasakannya atau bahkan bisa membuat segumpal daging di tubuh seseorang tersayat begitu dalam. Hingga jahitan tak bisa menutup sayatan yang terlanjur terbentuk itu.
Sepertinya aku pernah meninggalkan sebuah sayatan di segumpal daging seseorang. Semoga segera datang orang lain yang bisa memberikan jahitan spesial untuknya. Yang jelas aku tak berharap orang lain itu adalah aku.
Oh iya, seorang sahabat pengembaraanku sedang terhenti sejenak langkahnya. Ia jatuh. Namun aku tak bisa menolongnya kali ini. Doalah satu-satunya yang bisa kukirimkan untuknya. Semoga ia lekas bangkit dan turut dalam pengembaraan lagi.
Get well soon, Jan !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar