Kalau kita nonton tv, sering kita jumpai iklan salah satu teh botol dengan anchor "berbukalah dengan yang manis" (berbuka dengan saya saja haha *narsis). Namun realitanya tak seperti demikian. Kali ini edisi mahasiswa. Sebagai mahasiswa kedokteran yang merantau di kota orang, memang semuanya tak tersedia seperti halnya di rumah. Mau makan tinggal ambil, mau uang tinggal minta, mau minum tinggal teguk, dan mau tidur tinggal nggletak *emang mau tidur berdiri.
GRATIS, kata favorit kaum mahasiswa. Di bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini dan gratisan juga tentunya, aku beserta kawan melakukan perburuan. Selain perburuan pahala, kami juga berburu buka cuma-cuma. Dari satu masjid ke masjid yang lain. Dari satu undangan ke undangan yang lain. Seperti inilah kami, mahasiswa. Berjargon "berbukalah dengan yang gratis".
Sebenarnya ini bukan hanya untuk keuntungan pribadi saja. Bukan hanya untuk memuaskan dahaga dan lapar masing-masing perut setelah seharian berpuasa. Tetapi ini juga cara agar orang lain dapat beribadah. Kata agama, orang yang memberikan ta'jil atau makanan buka puasa untuk seseorang, maka ia akan mendapat pahala seperti pahala puasa yang diperoleh seseorang itu. Nah, secara tidak langsung kami membantu saudara seiman untuk mendapat pahala yang melimpah dari Yang Kuasa. Entah ini hanya teoriku saja, tapi yang terpikirkan demikian.
Yang kami lakukan ini bukanlah tanpa harapan. Semoga nanti, di saat kami telah mandiri dan memiliki rejeki sendiri, kami dapat berbagi dengan sesama. Kami dapat memberikan rejeki kami untuk orang-orang di sekitar kami. Sehingga keberadaan kami tak sia-sia di tempat singgah ini.
cmiiw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar