Agustus 13, 2011

bola dan keranjang berjaringnya

BASKET. Aku tau aku cukup merindukan itu. Kayaknya ini gara2 nonton Slam Dunk 3 hari ini haha. Tapi sumpah, pengen main. Udah sejak awal JHS main, sempat pensiun dini. Lalu SHS lanjut lagi. Hanya beberapa kali ikut kompetisi. Yah, memang bukan prestasi tujuanku di sana. Cuma bersenang-senang.
No kostum 9 selama 4 tahun dan berganti jadi 4 di 2 tahun terakhir. Dari kostum berwarna orange kayak jeruk, lalu putih bermotif emas kayak tim elit, dan terakhir merah maroon.
Kurasa latihan dulu tak cukup membekas, karena niatnya cuma buat refreshing. Tapi setidaknya reflek masih ada. Semoga di semester 3 nanti kesibukan perkuliahan kedokteran yang nanti kujalani tak menghalangiku untuk main basket.
Really need friends to join me playing basketball, wanna play?

Agustus 11, 2011

Berbukalah dengan yang GRATIS

Kalau kita nonton tv, sering kita jumpai iklan salah satu teh botol dengan anchor "berbukalah dengan yang manis" (berbuka dengan saya saja haha *narsis). Namun realitanya tak seperti demikian. Kali ini edisi mahasiswa. Sebagai mahasiswa kedokteran yang merantau di kota orang, memang semuanya tak tersedia seperti halnya di rumah. Mau makan tinggal ambil, mau uang tinggal minta, mau minum tinggal teguk, dan mau tidur tinggal nggletak *emang mau tidur berdiri.
GRATIS, kata favorit kaum mahasiswa. Di bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini dan gratisan juga tentunya, aku beserta kawan melakukan perburuan. Selain perburuan pahala, kami juga berburu buka cuma-cuma. Dari satu masjid ke masjid yang lain. Dari satu undangan ke undangan yang lain. Seperti inilah kami, mahasiswa. Berjargon "berbukalah dengan yang gratis".
Sebenarnya ini bukan hanya untuk keuntungan pribadi saja. Bukan hanya untuk memuaskan dahaga dan lapar masing-masing perut setelah seharian berpuasa. Tetapi ini juga cara agar orang lain dapat beribadah. Kata agama, orang yang memberikan ta'jil atau makanan buka puasa untuk seseorang, maka ia akan mendapat pahala seperti pahala puasa yang diperoleh seseorang itu. Nah, secara tidak langsung kami membantu saudara seiman untuk mendapat pahala yang melimpah dari Yang Kuasa. Entah ini hanya teoriku saja, tapi yang terpikirkan demikian.
Yang kami lakukan ini bukanlah tanpa harapan. Semoga nanti, di saat kami telah mandiri dan memiliki rejeki sendiri, kami dapat berbagi dengan sesama. Kami dapat memberikan rejeki kami untuk orang-orang di sekitar kami. Sehingga keberadaan kami tak sia-sia di tempat singgah ini.

cmiiw

Agustus 01, 2011

kambuh, inikah penyakitku ?

Penyakit itu sepertinya masih tetap bersarang di tubuh. Bukan di organ tubuh. Lebih tepatnya di hati.
Akupun menyadari betapa penyakit ini telah lama menggorogoti, membawa dampak yang sangat tak diharapkan. Ini adalah soal keenggananku untuk hanya sekedar mengucap kata 'maaf'. Dan di hari pertama di bulan yang mulia ini kusadari ia masih menginangiku. Padahal sesungguhnya aku tau aku salah. Aku tau aku mengambil langkah yang kurang berkenan untuk orang lain. Memang tak ada sama sekali maksud untuk menyakiti, tetapi tetap saja lidah ini terlalu tajam. Ingin hati hanya sekedar berucap, tapi di hati orang timbullah kekesalan teruntukku.
Mungkin ini bukan pertama kalinya aku menyadari. Apakah aku terlalu egois untuk melempar satu kata itu? Cuek?
Angkuh?
Gengsi?
Lewat jari ini kuucap kata maaf. Lewat kalam ini turut terbang sebuah doa, "semoga di bulan yang penuh rahmat ini, Kau dapat memberi rahmat dan hidayah sehingga di akhir nanti aku menjadi insan yang jauh lebih baik".