Juli 29, 2012
sunday morning
Hai hai, aku kembali. Sangat telat pastinya, karena tulisan yang kubuat terakhir adalah di bulan Januari.
Kemana saja aku selama ini? Dunia nyata sedang membutuhkanku untuk beraksi namun harusnya dunia setengah nyata ini tak ditinggalkan. Setidaknya sempat mampir pagi ini. Alhamdulillah.
Aku menyadari beberapa perbedaan yang nongol pada diriku, setelah berkaca. Bukan tambah ganteng atau apa, hanya tambah bingung. Bingung dengan bagaimana mesti bersikap dan menghadapi realita yang ada di sekitarku.
Hari ini aku mengibaratkan tengah tersesat dalam sebuah rimba yang penuh dengan hal-hal tak terduga. Macan yang siap menerkam. Kubangan lumpur yang siap menenggelamkan. Tapi pasti buah manis yang dapat dipetik. Aku yakin ketersesatan ini akan mengasah diri menjadi sosok yang lebih baik.
Sesudah rimba ini akan ada rimba yang lebih luas dan berbahaya lagi. Tantangan di masa depan tak bisa ditebak. Yang bisa kita lakukan hanyalah menata diri, menjadi manusia yang siap lahir batin menghadapi dunia.
Januari 28, 2012
1,12
Ini sudah akhir Januari, bulan pertama 2012.
Aku sedikit menyesal karena khilaf untuk menyempatkan waktu menumpahkan pikiran dalam blog dan mencoretkannya di kanvas elektronik ini. Mungkin ada 'kelebihan' tanggung jawab yang musti dipikul sehingga perhatianku teralih? Apapun itu alasannya yang jelas detik ini aku mampir dan menggosok-gosokkan dagu di atas bantal, bukan berharap menjadi runcing karena memang tak bisa runcing, tapi ini memang nyaman. Sungguh!
Kilas balik, aku bersedia turun tangan untuk terjun langsung mengurusi orang banyak setelah sebelumnya hanya jadi penonton yang duduk setia dan berteriak saja bila kurasa ada ketidaksempurnaan yang terjadi. PJ! Penanggung Jawab! Posisi ini sesungguhnya ringan namun aku menjadikannya sulit. Ada idealisme yang coba ditegakkan di sini. Kita semua ingin jadi dokter yang handal kan? Tepat waktu ini yang wajib ditegakkan. Sebuah nilai yang akhir-akhir ini mulai pudar entah karena kultur yang mulai berubah atau ditinggalkan.
Sadarkah kita bahwa waktu itu luar biasa berharga. Sekalinya skip kita tidak bisa berputar, berjungkir balik untuk kembali ke beberapa detik sebelumnya. Padahal Tuhan Yang Maha Benar menyuruh kita untuk menghargai waktu, sampai-sampai Dia bersumpah atas nama waktu. Lalu kemana perginya kita makhluknya? Apa itu hanya menjadi angin lewat saja?
Penghargaan terhadap waktu itu absolut diperlukan untuk menjadikan diri dan dunia lebih baik. Tak cukup kita hanya bermimpi. Tak cukup kita hanya bertindak. Lalu apakah sudah cukup bila kita bermimpi dan bertindak? Perlu kita ingat kita punya periode aktif sendiri-sendiri. Jadi ayo manfaatkan sisa usia yang masih ada dengan memetamorfosiskan diri menjadi insan yang produktif.
Mahasiswa Kedokteran: Akankah kita membunuh pasien nanti karena kedunguan kita akibat ogah meningkatkan knowledge and skill selama masih belajar?
Dokter: Akankah kita membiarkan pasien kita mati karena keterlambatan kita menanganinya?
Ini bukan tugas untukku saja. Ini PR kita semua.
Januari 17, 2012
hari 1/2
arus,
aku tak ingin terbawa 'suasana' mu
tapi begitu indah kala menikmati
terkadang tak ingin berhenti
namun sesaat ada yang berbisik untuk mengakhiri
bukan, cuma melawannya saja
Langganan:
Komentar (Atom)